Mengenal Sakit Kepala Alergi pada Si Kecil

Mengenal Sakit Kepala Alergi pada Si Kecil

Sakit kepala adalah salah satu gangguan sistem saraf yang paling umum. Menurut data dari WHO, separuh populasi orang dewasa dunia mengalami sakit kepala setidaknya satu kali tiap tahun. Dan berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Heidi K. Blume, MD, MPH, dokter Division of Pediatric Neurology dari Seattle’s Children’ Hospital and Research Institute, 58 persen anak pernah mengalami sakit kepala. Dan untuk anak di bawah usia 7 tahun, sakit kepala ternyata lebih memengaruhi anak laki-laki dibanding anak perempuan.

Meski sakit kepala umumnya disebabkan oleh penyebab yang tidak berbahaya, terlalu sering mengalami sakit kepala dapat memengaruhi aktivitas rutin Si Kecil, seperti tidur, dan akan berakibat pada penurunan kualitas hidupnya.

Coba perhatikan saat Si Kecil mengeluhkan sakit kepala, apakah hal itu terjadi setelah ia mengonsumsi makanan tertentu? Jika ya, kemungkinan besar sakit kepala yang ia alami adalah akibat dari reaksi alergi.

Sakit kepala yang disebabkan alergi umumnya berupa:

Migrain

Apabila berupa migrain, Si Kecil akan merasa nyeri berdenyut pada satu sisi kepala. Ia juga mungkin merasa mual bahkan sampai muntah. Migrain akibat alergi bisa dicetuskan oleh stres, hidung tersumbat, jenis makanan tertentu seperti susu sapi atau makanan laut, terpapar asap rokok atau asap kendaraan bermotor.

Agar migrain dapat diatasi, cari tahu dan hindari faktor yang dapat mencetusnya. Bunda dapat memberikan Si Kecil obat antinyeri atau obat antialergi sebagai solusi sementara mengatasi gejala. Apabila gejala tidak berkurang atau bahkan semakin parah, segera bawa Si Kecil konsultasi ke dokter.

Sakit Kepala Akibat Sinus

Sakit kepala akibat peradangan sinus -- atau disebut juga sinusitis -- terjadi karena rongga sinus (rongga berisi udara di tulang wajah) meradang dan bengkak, sehingga aliran lendir dalam rongga hidung tersumbat. Ini akan menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga sinus serta mengakibatkan nyeri pada wajah dan kepala.

Sinusitis dapat kambuh apabila terdapat pencetus alergi, terutama alergen yang dihirup seperti debu, tungau, jamur, dan serbuk sari bunga.

Kenali dan hindari pencetus alergi agar Si Kecil terhindar dari sakit kepala akibat sinus. Umumnya pencetus alergi hirup ada di dalam kamar penderita. Rutinlah membersihkan kamar Si Kecil dengan mengganti seprai dan selimut, serta mencuci saringan penyejuk udara juga tirai jendela.

Apabila sinusitis anak sering kumat, segera bawa ke dokter. Dokter akan memberikan obat antialergi, tetes hidung pelega hidung tersumbat, serta antibiotik dan steroid jika diperlukan.

Sakit kepala pada Si Kecil bukan berarti ia pasti memiliki kondisi yang perlu dicemaskan. Tetapi, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Catat dengan detail tiap serangan sakit kepalanya; frekuensi, tingkat keparahan, dan kemungkinan pemicunya. Apabila frekuensi sakit kepala lebih sering atau intensitasnya meningkat, segera konsultasi ke dokter dan jangan lupa membawa catatan gejala agar dokter mendapatkan informasi lengkap untuk melakukan diagnosis.

ARTIKEL TERKAIT

MENGENAL PROBIOTIK, BAKTERI BAIK
LAHIR CAESAR RENTAN ALERGI
5 Kiat Agar Si Kecil Tetap Sehat dan Aktif