MENGENAL SUSU FORMULA LEBIH DEKAT

MENGENAL SUSU FORMULA LEBIH DEKAT

Klikdokter.com - Apakah bayi bunda sering menangis, muntah, dan perut kembung ketika diberikan susu formula? Kalau iya, artinya bunda harus mengkaji ulang susu formula yang diberikan pada sang buah hati.

Biasanya orangtua dengan bayi yang memiliki gejala ini akan segera mengganti susu formulanya dengan merk lain. Asumsi mereka adalah gejala ini disebabkan oleh alergi susu pada bayi. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi yang menemukan bahwa lebih dari setengah bayi yang diberikan susu formula akan mengganti merk pada 6 bulan pertama. Tapi studi ini juga menemukan hanya 2% hingga 15% bayi yang mengalami intoleransi susu formula.

Jadi bagaimana bunda tahu apakah bayinya mengalami masalah dengan susu formula atau tidak? Berikut ini cara mengenali tanda-tanda bayi mengalami intoleransi susu formula dan menimbang kapan waktu tepat mengganti merk susu formula:

Jenis Susu Formula
Pertama kali yang bunda harus tahu bahwa ada beberapa jenis susu formula. Selain susu formula bebas laktosa dan susu formula spesial untuk bayi prematur atau bayi dengan kondisi spesial, terdapat 3 jenis susu formula lainnya, diantaranya:

• Susu Formula Sapi
Susu formula dari susu sapi yang mengandung protein susu sapi dan laktosa sebagai sumber karbohidrat. Susu formula jenis ini terkadang diberi tambahan zat besi.

• Susu Formula Soya / Isolat Protein Kedelai
Susu formula dari isolat protein kedelai yang mengandung sumber protein dan jagung sebagai sumber karbohidratnya. Seperti halnya susu formula dari susu sapi, susu formula dari isolat protein kedelai juga diberi zat besi sebagai tambahannya.

• Susu Protein Hidrolisat
Susu formula protein hidrolisat yang terbuat dari protein yang telah diolah sedemikian rupa supaya mudah dicerna oleh bayi. Sumber karbohidratnya didapat dari olahan jagung atau sukrosa.

Untuk bayi sehat, para ahli menyarankan susu formula susu sapi adalah yang terbaik. Selain murah dan mudah ditemukan di supermarket, susu formula susu sapi mengandung nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.

Cermati Bahasa tangis Si Kecil, lakukan langkah yang cerdas setelah sebelumnya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter yang berkompetensi.

Masalah Susu Formula
Mayoritas bayi akan menerima susu formula dari susu sapi, tapi ada beberapa bayi yang tidak bisa diberikan susu formula susu sapi karena memiliki masalah alergi pada protein susu. Bayi dengan kondisi seperti ini sangat jarang, hanya 2% hingga 3% bayi yang memiliki masalah dengan alergi protein susu, di mana sistem kekebalan tubuh bayi salah mengenali protein susu sebagai zat yang tidak dikenal dan melawannya. Gejala-gejala yang muncul bila bayi bunda mengalami alergi susu sapi adalah ruam merah pada kulit, sakit perut, muntah, dan diare.

Bila bayi bunda mengalami alergi susu sapi, dianjurkan untuk menggantinya dengan susu formula dari isolat protein kedelai atau susu formula protein hidrolisat. Mayoritas orangtua dengan bayi yang mengalami alergi susu sapi memilih susu formula isolat protein kedelai karena Isolat protein kedelai lebih dapat diterima rasanya oleh bayi, selain itu kandungan protein pada susu formula isolat protein kedelai telah disetarakan dengan susu formula dari susu sapi.

Sedangkan susu formula protein hidrolisat parsial amat berguna bagi sebagian kecil bayi yang memiliki riwayat alergi protein susu sapi. Para ahli menemukan fakta bahwa susu formula protein hidrolisat parsial dapat mengurangi gejala-gejala alergi dan menambah berat badan dibandingkan susu formula biasa.

Mengganti susu formula
Bila bunda khawatir kalau bayinya alergi susu sapi, jangan terburu-buru mengganti jenis susu formula sampai menemukan yang cocok. Malah hal ini akan menambah kesulitan untuk menemukan bahan pemicu alergi. Konsultasikan kondisi ini pada dokter anak bunda untuk mendapatkan saran yang lebih jelas tentang susu formula jenis mana yang cocok.

ARTIKEL TERKAIT

3 Cara Menghadapi Anak Pemalu
MENGENAL PROBIOTIK, BAKTERI BAIK
LAHIR CAESAR RENTAN ALERGI