Ragam Alergi Pada Si Kecil

Ragam Alergi Pada Si Kecil

Banyak Bunda dan Ayah belum sepenuhnya memahami alergi yang dialami oleh Si Kecil. Padahal alergi adalah salah satu gangguan sistem kekebalan tubuh yang paling umum terjadi di dunia.

Alergi adalah bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak. Alergi hanya memengaruhi pengidapnya dan pencetusnya bisa berbeda untuk tiap orang.

Risiko Si Kecil mengidap alergi meningkat jika di keluarga ada riwayat alergi. Menurut data statistik di WebMD, anak yang lahir dengan salah satu orangtua mengidap alergi memiliki risiko terkena alergi sebanyak 33 persen. Risiko tersebut naik menjadi 70 persen apabila kedua orangtua memiliki alergi.

Selain faktor riwayat keluarga, faktor lingkungan pun juga turut andil dalam kasus alergi anak. Banyak hal yang terdapat di lingkungan – baik itu makanan, debu, serangga, asap rokok, jamur, hingga suhu dingin sekalipun – dapat mencetuskan alergi.

Alergi dapat terjadi pada sistem pernafasan, pencernaan, dan kulit. Pada sistem pernafasan gejala yang biasa muncul adalah batuk, pilek, dan sesak napas. Lalu pada sistem pencernaan gejala alergi bisa berupa nyeri perut, mual, dan diare. Sedangkan pada kulit, yang timbul adalah ruam merah yang gatal, bentol, atau bengkak pada bibir atau mata.

Berikut adalah jenis alergi yang sering ditemukan di kalangan anak-anak:

Alergi Makanan

Alergi makanan dipengaruhi 3 faktor: keturunan, belum sempurnanya saluran cerna, dan terpapar pencetus. Makanan yang sering mencetuskan alergi antara lain susu sapi, makanan laut, telur, dan kacang.

Bayi sangat rentan terhadap alergi makanan karena saluran cernanya belum sempurna. Untuk menghindari terjadinya alergi, berikan ASI eksklusif selama enam bulan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan makanan pendamping yang diberikan secara bertahap. 

Gejala alergi makanan antara lain diare, muntah, nyeri perut, bengkak pada mata dan bibir, hingga sesak nafas.

Dermatitis Atopik

Biasanya timbul gejala ruam merah gatal pada kulit. Jenis alergi ini muncul saat Si Kecil masih bayi dan pada 2012 tercatat sebanyak 12 persen anak-anak di dunia mengidap dermatitis atopik.

Alergi ini dicetus oleh beberapa hal antara lain makanan dan tungau. Si Kecil yang mengidap alergi ini umumnya berkulit kering dan sensitif. Jika ia sering menggaruk kulit dan timbul luka, ini akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi karena kuman bisa masuk melalui luka tersebut.

Saat Si Kecil bayi ruam merah biasanya akan muncul di area wajah. Seiring ia bertambah besar, area yang diserang gejala berganti menjadi area lipat siku dan lipat lutut.

Untuk mencegah alergi muncul, kenali dan hindari pencetusnya. Bunda juga bisa memandikan Si Kecil dengan sabun berpelembap, hindari penggunaan sabun antiseptik karena akan membuat kulitnya tambah kering dan gatal. Jangan lupa untuk menjaga kelembapan kulitnya dengan mengoleskan krim pelembap.

Asma

Terjadi apabila saluran pernafasan bawah menyempit. Ini umumnya dicetuskan oleh beragam sebab antara lain infeksi virus, terpapar asap rokok, udara dingin, atau alergi makanan.

Gejala yang timbul adalah kesulitan bernafas dan mengi (nafas bunyi). Tingkat keparahan asma bervariasi dari ringan hingga dapat mengancam jiwa. Sebaiknya hindari faktor pencetus dan apabila dibutuhkan, Si Kecil harus membawa obat asma hirup.

Rinitis Alergi

Umumnya terjadi pada pagi hari setelah bangun tidur. Gejalanya antara lain hidung tersumbat dan mata gatal. Rinitis alergi berpotensi mengganggu aktivitas dan kualitas tidur Si Kecil.

Jika tidak mendapat penanganan cepat dan tepat, alergi ini dapat berkembang menjadi sinusitis dan infeksi telinga. Kenali dan hindari pencetusnya agar Si Kecil tidak mengalami gejalanya.

Apabila dari gejala yang muncul dan juga diagnosis dokter memerlihatkan bahwa Si Kecil memiliki alergi, Bunda tak perlu khawatir. Walaupun alergi tidak dapat disembuhkan tetapi dengan mengenali dan menghindari pemicunya, alergi bisa diatasi.

 

ARTIKEL TERKAIT

MENGENAL PROBIOTIK, BAKTERI BAIK
LAHIR CAESAR RENTAN ALERGI
5 Kiat Agar Si Kecil Tetap Sehat dan Aktif