Semua yang Perlu Diperhatikan Pada Bayi Usia 0-2 Tahun

Semua yang Perlu Diperhatikan Pada Bayi Usia 0-2 Tahun

Secara umum, masa bayi merupakan masa kehidupan pada usia 0-2 tahun. Namun, selama 28 hari pertama setelah kelahiran diberi istilah tersendiri, yaitu masa bayi baru lahir (neonatal) karena memiliki karakteristik tersendiri. Sedangkan masa bayi berlangsung pada usia 28 hari setelah lahir sampai dengan usia 2 tahun.

Jadi secara garis besar, masa perkembangan bayi dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni:

  1. Masa Bayi Baru Lahir (Neonatal: Bayi usia 0-28 hari)
  2. Masa Bayi (Bayi usia 28 hari hingga 2 tahun)

Guna mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah hal-hal yang penting untuk Anda ketahui mengenai tahapan perkembangan bayi:

Masa bayi baru lahir merupakan periode tersingkat (28 hari) dari semua periode perkembangan.

1. Perkembangan Fisik

  • Pada masa ini, biasanya terjadi penurunan berat badan akibat kesulitan bayi baru lahir untuk menyesuaikan diri secara cepat dengan lingkungan baru (luar rahim). Penyesuaian diri ini mencakup perubahan suhu, mengisap dan menelan, bernapas, dan pembuangan kotoran.
  • Seringkali terdapat rambut-rambut halus di kepala dan punggung, tetapi yang di punggung biasanya akan segera menghilang.

2. Perkembangan Motorik

Gerakan-gerakan bayi baru lahir bersifat acak dan tidak berhubungan dengan kejadian-kejadian di lingkungan. Secara umum, gerakan tersebut dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

Gerakan menyeluruh

Gerakan menyeluruh terjadi di seluruh tubuh bila salah satu bagian tubuh distimulasi, walaupun gerakan yang paling menonjol terjadi pada bagian yang diberi stimulasi. Biasanya gerakan menyeluruh semakin meningkat dan semakin sering terjadi dari hari ke hari. Gerakan terbesar biasanya terjadi pada pagi hari setelah tidur yang relatif lama. Sedangkan paling sedikit di siang hari, mungkin lelah karena dimandikan dan dikenakan pakaian pada pagi harinya. Rasa lapar, sakit, dan perasaan tidak enak juga akan menimbulkan banyak gerakan.

Gerakan khusus

Gerakan khusus meliputi bagian-bagin tubuh tertentu. Gerakan ini termasuk gerak refleks, yang merupakan tanggapan terhadap rangsangan indera khusus dan yang tidak berubah dengan pengulangan rangsang yang sama.

Pada perkembangan neonatal ini, terdapat dua hal lagi yang penting untuk diperhatikan. Yakni aspek perkembangan Bahasa dan perkembangan kesadaran dan emosi. Halaman berikut terdapat penjelasan selengkapnya

3. Perkembangan Bahasa

Bahasa pada masa ini lebih tepat dikatakan sebagai vokalisasi, yang dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu suara tangis dan suara eksplosif.

  • Menangis

Selama masa neonatal dan bulan-bulan pertama masa bayi, tangis merupakan bentuk suara yang menonjol. Menangis pada waktu lahir merupakan gerak refleks yang terjadi ketika udara masuk ke dalam tali suara yang menyebabkan tali suara bergetar, yang berguna memompa paru-paru sehingga memungkinkan pernapasan dan memberikan oksigen yang cukup untuk darah. Tangisan bayi merupakan perilaku pertama yang mempunyai nilai sosial, yang menandakan ketergantungan total pada satu makhluk, yakni ibunya. Menangis dapat terjadi setiap saat, tetapi yang paling sering dan paling kuat terjadi adalah dari pukul enam sore sampai tengah malam.

  • Suara eksplosif

Kadang-kadang bayi baru lahir mengeluarkan suara eksplosif seperti napas yang berat. Suara itu merupakan ucapan tanpa arti atau tujuan dan terjadi secara kebetulan bila otot-otot suara mengerut. Lambat laun bunyi-bunyi tersebut diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya menjadi bicara.

4. Perkembangan Kesadaran dan Emosi

Kesadaran bayi baru lahir masih kabur, artinya bayi baru lahir tidak menyadari sepenuhnya tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Reaksi emosional pun belum berkembang secara khusus. Reaksi emosional hanya berkaitan dengan keadaan yang menyenangkan (ditandai oleh tubuh yang tenang) dan tidak menyenangkan (ditandai oleh tubuh yang tegang). 

Masa bayi merupakan masa di mana perubahan dan pertumbuhan berjalan sangat cepat, terutama yang terpesat adalah dalam tahun pertama.

1. Perkembangan Fisik

  • Selama enam bulan pertama, pertumbuhan terus terjadi dengan pesat, kemudian mulai menurun, dan dalam tahun kedua tingkat pertumbuhan cepat menurun.
  • Selama tahun pertama, peningkatan berat tubuh lebih besar daripada peningkatan tinggi, sedangkan pada tahun kedua terjadi sebaliknya.
  • Proporsi tubuh: Pertumbuhan kepala berkurang sedangkan pertumbuhan badan dan tungkai meningkat, sehingga bayi berangsur-angsur menjadi kurang berat di atas, dan pada masa akhir bayi tampak lebih ramping dan tidak gempal.

2. Perkembangan Motorik

  • Gerak refleks tersenyum muncul pada minggu pertama, sedangkan senyum sosial (reaksi terhadap senyum orang lain) dimulai antara bulan ketiga dan keempat.
  • Dalam posisi tengkurap, bayi dapat menahan kepala secara tegak dalam usia 1 bulan, dalam posisi telentang pada usia 5 bulan, dan dalam posisi duduk pada usia 4 atau 6 bulan.
  • Pada usia 2 bulan bayi dapat berguling dari samping ke belakang, pada 4 bulan dari tengkurap ke samping, dan pada usia 6 bulan dapat berguling sepenuhnya.
  • Pada usia 4 bulan, bayi dapat ditarik ke posisi duduk, usia 5 bulan dapat duduk dengan dibantu, tujuh bulan dapat duduk tanpa dibantu sebentar, dan duduk tanpa bantuan selama sepuluh menit atau lebih pada usia 9 bulan.
  • Gerakan ibu jari menjauhi jari-jari lain dalam usaha menggenggam muncul pada usia 3 atau 4 bulan, dan dalam usaha mengambil benda antara 8-10 bulan.
  • Pada akhir minggu kedua, bayi dapat memindahkan tubuh dengan cara menendang. Pada usia 6 bulan, dapat bergerak dalam posisi duduk. Bayi bisa merangkak pada usia sekitar 8-10 bulan, menarik diri sendiri ke posisi berdiri pada usia 10 bulan, berdiri dengan bantuan pada 11 bulan, berdiri tanpa bantuan pada usia 1 tahun, dan berjalan tanpa bantuan pada usia 13 atau 14 bulan.

Selain dua hal diatas, terdapat aspek perkembangan bahasa dan perkembangan sosial yang penting untuk diperhatikan. Berikut penjelasan selengkapnya:

3. Perkembangan Bahasa

Komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk bahas: tertulis, lisan, isyarat tangan, ungkapan musik, dan sebagainya. Dalam komunikasi, orang harus mampu mengerti apa yang disampaikan orang lain (fungsi reseptif) dan mampu mengutarakan pikiran serta perasaannya kepada orang lain (fungsi ekspresif).

  • Kemampuan mengerti apa yang disampaikan orang lain sudah mulai berkembang pada tahun pertama masa bayi, sedangkan kemampuan mengutarakan pikiran/perasaan baru berkembang kemudian.
  • Ekspresi muka pembicara, nada suara, dan isyarat-isyarat tangan membantu bayi untuk mengerti apa yang dikatakan padanya. Pada usia 3 bulan, bayi sudah mengerti ungkapan rasa marah, takut, dan senang.
  • Pada usia 6 bulan, sebagian besar bayi bisa mengucapkan “ma-ma, da-da, na-na, ta-ta”.
  • Pada usia 12-18 bulan, bayi sudah mengerti kata-kata misalnya ibu-bapak, makanan- mainan, dan bagian badan dari binatang.
  • Pada usia 18 bulan, bayi memasuki tahapan dua kata, yaitu sudah mulai mampu mengucapkan dua kata, tetapi masih terpotong, misalnya: mama pergi mama ... gi. 

4. Perkembangan Sosial

  • Biasanya, pengalaman pertama sosialisasi bayi adalah dengan ibunya. Usia 2 bulan (social period), bayi responsif terhadap manusia dan bukan manusia. Usia 7 bulan terjadi generalisasi pada semua orang (indiscriminate attachment). Pada usia 7-12 bulan terbentuk specific attachment, di mana bayi mulai takut terhadap orang asing dan memiliki kelekatan yang terarah kepada ibu (atau orang yang paling dekat hubungannya).
  • Sekitar usia 6 bulan, mulai muncul senyum sosial, yaitu senyum yang ditujukan pada seseorang (termasuk kepada bayi lain), bukan senyum refleks karena reaksi tubuh terhadap rangsang.
  • Pada usia 9-13 bulan, bayi mencoba menyentuh pakaian, wajah, rambut bayi lain, dan meniru perilaku dan suara mereka.
  • Pada usia 16-18 bulan, bayi mulai menunjukkan negativisme, barupa keras kepala tidak mau mengikuti perintah/permintaan orang dewasa.
  • Usia 18-24 bulan, bayi berminat bermain dengan bayi lain dan menggunakan bahan-bahan permainan untuk membentuk hubungan sosial dengannya.
  • Usia 22 – 24 bulan, bayi mau bekerjasama dalam sejumlah kegiatan rutin seperti mandi, makan, dan berpakaian.

Masih terdapat dua hal lainnya yang perlu diperhatikan pada masa usia bayi 28 hari hingga 2 tahun, yakni perkembangan emosi dan perkembangan intelektual.

ARTIKEL TERKAIT

MENGENAL PROBIOTIK, BAKTERI BAIK
LAHIR CAESAR RENTAN ALERGI
5 Kiat Agar Si Kecil Tetap Sehat dan Aktif